Minggu, 20 Januari 2013

Immortal Diaries Chapter 1-3


IMMORTAL DIARIES

BUKU 1: PERTAMA KALI

Nama ku Carissa shaun. Ini adalah buku harian ku.. kalian akan tahu bagaimana hidupku saat kalian membaca harian ini.

CHAPTER 1: BERTEMU KELUARGA HUDSON
 Aku biasa hidup di California. Tapi ayahku, Sam shaun dan ibuku,Mariah shaun,lebih senang hidup di Seattle.aku hidup bersama kedua orangtuaku dan satu saudara perempuanku,Eleanor.Aku and Ele sudah cukup sering mengunjungi toko ini sesaat setelah kami pindah ke Seattle. Toko baju ini bernama ‘Seattle Clothes Store’. Nama yang cukup bagus untuk toko baju di kota kecil ini. Salah satu petugas di toko ini bernama Finn. Ia sudah menjadi teman kami saat kami pindah ke Seattle.kebetulan ia juga tinggal di seberang rumah kami. Akhirnya aku dan Ele melihat 5 orang yang sangat menarik perhatian. Aku pun bertanya kepada Finn “finn,siapakah kelima orang itu? Apakah kau tahu sesuatu?” aku bertanya dengan muka dan nada yang agak konyol.membuat rasa penasaran ku pun menonjol. Dan finn pun menjawab dengan nada yang sedikit berbisik “itu keluarga Hudson.mereka adalah anak adopsi dari William dan Anna Hudson.yang kecil dan pirang itu bernama Claire.dan pasangannya yg bertubuh besar dan kekar itu,Michael.dan yang berambut coklat dan sangat cantik itu adalah Camille.dan pasangannya Alex. Nah kalau yang itu,adalah Xavier.ehmmm,asal kau tau,dia itu single. Tapi sepertinya dia tak pernah mempunyai kekasih sebelumnya.sangat aneh..”  sepertinya Finn tidak terlalu menyukai Xavier. Tapi apakah aku salah jika aku mulai menyukai laki laki itu? Apakah aku salah jika mempunyai perasaan ingin tahu terhadapnya? Tapi aku tidak memikirkan itu. Aku pun terdiam melihat dia berjalan dengan gagahnya. Ia sangat menarik.. untuk ukuran manusia,ia terlalu menarik. Ele pun menghancurkan suasana hening ku saat melihat xavier. “Carrie! Apakah kau baik baik saja? Kau terlihat seperti patung saat melihat orang itu.. ahhhh apakah kau menyukainya?” Ele bertanya dengan nada yang agak mengejek.  “bagaimana aku bisa menyukainya? Aku pun tidak mengenal orang itu. Aku juga tidak merasa pantas untuk menyukainya.” Aku menjawab dengan nada menyesal. “hah? Apa kau bilang? Tidak pantas??  Kau itu sangatlah cantik.. mungkin laki laki itu akan menyukaimu bila ia melihatmu.” Kata Ele sambil menyemangatiku. “sudahlah ayo kita bayar pakaian ini.” Aku berkata sambil menarik tangan Ele. Sesudahnya aku keluar dari toko,dan menuju ke mobil bersama Ele,Xavier pun menghampiriku dan berkata “hey! Aku melihatmu di toko tadi.. namaku Xavier Hudson. Dan kau pasti Carissa ya?” aku pun bingung.dari mana ia tahu namaku? Kenapa ia bisa memperhatikanku sampai sedetail ini? Tapi aku menjawab dengan nada agak malu “iya namaku Carissa. Tapi kau boleh memanggilku Carrie. Ini adikku...” Ele pun menyelak pembicaraan “namaku Eleanor!” cetus Ele sambil menjabat tangan Xavier. Aku berbisik kepada Ele “Ele! Apa-apaan engkau ini! Maafkan adikku ya.. dia memang agak senang ketika bertemu orang lain.”
“iya tidak apa apa.baiklah.. ehmm,kau sekolah?” “ya aku bersekolah di Seattle new high school.” “wah! Aku juga.ya sudah,sampai bertemu besok ya,Carrie..” Xavier mengatakannya sambil tersenyum kecil.. dan pipinya pun agak merona.
Aku pun masuk kedalam mobil bersama Ele. Ele pun bercerita kepadaku. “Carrie,tadi pas aku menjabat tangan Xavier,tangannya sangatlah dingin.seperti es.. tapi sangat halus seperti kertas atau pun baju yang sudah di setrika dan dirapihkan. Dan suaranya pun sangat halus dan agak merdu,seperti madu.. ehmm” pipi Ele merona saat mengatakannya. “ah terserah kaulah Ele.. tapi,apakah engkau suka dengan Xavier?” aku bertanya dengan nada agak sarkastis. “tidak.aku bukan menyukainya.. aku hanya ingin mengenalnya saja.” Jawab Ele sambil meyakinkan ku. “hmm oke..”

CHAPTER 2: HARI PERTAMA SEKOLAH
Hari ini adalah hari pertama ku bersekolah di Seattle New High School.atau disingkat SNHS. Di SNHS,aku bertemu Hudsons lagi.dan kali ini,aku tidak didampingi Ele.karena ia masih bersekolah di Seattle New Junior High School atau SNJHS di seberang sekolahku.Finn ternyata bersekolah disini juga.aku pun duduk berlima,dengan finn,dan keempat teman baru,Sean,Kyle,Todd dan Kesha.mereka mulai bercerita tentang Hudsons.tentang apa saja yang mereka ketahui. “Hudson memang keluarga popular di kota ini.tapi lihatlah mereka,untuk ukuran manusia,mereka terlalu pucat dan terlalu menarik.. manusia biasa tidak akan berperilaku sering berdiam seperti itu.dan pasti mereka mempunyai garis wajah yang halus halus.tapi lihat Hudsons,wajah mereka sangat sempurna,mereka suka berdiam diri,dan mereka mungkin bergerak agak cepat dari manusia biasa.” Ucap kyle berbisik dan dengan nada yang agak menakutkan. Aku melihat ke arah Hudsons,Camille terlihat geram mendengar omongan Kyle.tapi apakah mungkin,ia mendengarnya?  Kyle kan berbisik dan meja mereka jauh dari kami.Bel berbunyi, Aku mendaftar ke kelas seni dan drama. Ternyata Xavier juga berada di kelas yang sama. Ia pun berkata “ohh engkau suka drama? Aku kira kau akan berada di kelas biologi yang menjijikan itu..” ucap xavier sambil tertawa ringan. “ya aku suka drama. Ohh aku bukan tipe ilmuwan yang suka dengan pembedahan alat alat tubuh.” Aku pun ikut tertawa. Guru di kelas ini adalah Ms.Shelby. “kau pasti Carissa.. boleh aku melihat identitas mu?” ucap Ms.Shelby. “ohh okay..” kata ku sambil mengeluarkan identitas ku. “baiklah! Kelas akan dimulai.. hari ini kita akan membahas tentang cara membuat tema drama yang baik..” kata Ms.Shelby dengan lantang tapi halus.
“ini.. ambilah.. ini adalah buku catatan drama ku.aku sudah punya yg baru.jadi kau bisa menggunakan yang ini.” Kata Xavier. “okay.. thanks.” Jawabku. Aku melihat isinya. Wah! Ini lengkap.. ia pun menggambar seluruh contohnya. Setelah bel berbunyi,aku pun langsung menuju mobil untuk pulang. Dan aku pun memikirkan tentang mata Xavier yang berbeda.. aku langsung melakukan riset di komputer ku.sampai akhirnya kutemui ciri ciri Xavier yang kudapat dari Ele.. dan hasilya menunjukkan bahwa Xavier adalah seorang... Vampir. Yaampun! Kenapa Xavier tidak memberitahuku tentang dirinya?? Mengapa dia merahasiakan ini semua?

CHAPTER 3: RAHASIA YANG TERUNGKAP
Keesokan harinya,saat aku bertemu Xavier lagi di sekolah,aku langsung menuduhnya bukan manusia.ia pun berkata “apa apaan kau ini Carrie? Aku sama dengan mu.. aku manusia biasa..” “kau bukan lah manusia Xavier! Kau adalah Vampir!” aku memarahinya sambil berbisik. “baiklah.. aku mengaku.aku adalah vampir. Aku tidak mau memberitahumu Carrie.karena aku tahu aku hanya akan membawa bahaya bagimu jika aku memberitahumu.. maafkan aku,Carrie.” Ucap Xavier sambil meminta maaf. “baiklah. Tapi kau tidak akan menyakiti ku kan?” tanyaku. “tidak.aku berjanji dengan hidupku Carrie..aku tidak akan pernah menyakitimu ataupun perasaanmu.” Akhirnya ia membawaku ke suatu taman.. disana ada sebuah gubuk yang masih bagus. Taman itu terletak di hutan.tapi selama ada Xavier,aku tidak akan takut.kami bercerita di gubuk itu,ia bercerita tentang keluarganya. “aku adalah seorang pemuda yang kuat, Carrie.tapi saat William menemukanku sekarat,ia mengubahku menjadi seperti ini,aku baru berumur 16 tahun saat diubah.. dan transformasi itu sangat menyakitkan.. bahkan membakar.” Ia bercerita tentang masa lalunya yang kelam.. setelahnya,aku berkata “aku tidak peduli apa yang telah engkau lalui,pokoknya,selama aku disini,aku akan menemanimu Xavier.aku berjanji.” Xavier pun mulai menciumi leher ku dengan bibirnya yang sangat halus.. ia mencium bibirku dengan sangat lembut,pelan pelan tapi pasti.aku membalas ciumannya dengan sama lembutnya. “kau terlihat sangat cantik,Carrie.jika kau menjadi vampir,semua akan berjuang untuk memiliki mu..” kata Xavier sambil tertawa lalu mencium ku lagi. Lalu kami pulang. Ia mengantarku dengan mobil ku.. lalu ia pulang dengan cara berlari secepat kilat.. ahhh ini adalah hari yang sangat menyenangkan.. selama ada dia disampingku,aku akan merasa komplit selamanya.. meskipun aku jatuh cinta dengan vampir,cinta itu malah terasa lebih murni. Ele pun datang “Carrie! Apakah kau habis pulang bersama Xavier? Aku mencium bau parfumnya...” kata Ele sambil mengejek.. “ya.. kami sekarang..” ucapku malu. “ahh kalian kekasih!! Awhh itu adalah hal yang sangat romantis..” cetus Ele.. “terserah lah Ele.. yang penting aku bahagia.. “ kata ku sambil mengejek balik Ele.. “okay okay.mari kita turun..makan malam sudah siap!” ujar Ele..