IMMORTAL DIARIES
BUKU 1: PERTAMA KALI
Nama ku Carissa shaun. Ini adalah buku harian ku..
kalian akan tahu bagaimana hidupku saat kalian membaca harian ini.
CHAPTER 1: BERTEMU KELUARGA HUDSON
Aku
biasa hidup di California. Tapi ayahku, Sam shaun dan ibuku,Mariah shaun,lebih
senang hidup di Seattle.aku hidup bersama kedua orangtuaku dan satu saudara
perempuanku,Eleanor.Aku and Ele sudah cukup sering mengunjungi toko ini sesaat
setelah kami pindah ke Seattle. Toko baju ini bernama ‘Seattle Clothes Store’.
Nama yang cukup bagus untuk toko baju di kota kecil ini. Salah satu petugas di
toko ini bernama Finn. Ia sudah menjadi teman kami saat kami pindah ke
Seattle.kebetulan ia juga tinggal di seberang rumah kami. Akhirnya aku dan Ele
melihat 5 orang yang sangat menarik perhatian. Aku pun bertanya kepada Finn
“finn,siapakah kelima orang itu? Apakah kau tahu sesuatu?” aku bertanya dengan
muka dan nada yang agak konyol.membuat rasa penasaran ku pun menonjol. Dan finn
pun menjawab dengan nada yang sedikit berbisik “itu keluarga Hudson.mereka
adalah anak adopsi dari William dan Anna Hudson.yang kecil dan pirang itu
bernama Claire.dan pasangannya yg bertubuh besar dan kekar itu,Michael.dan yang
berambut coklat dan sangat cantik itu adalah Camille.dan pasangannya Alex. Nah
kalau yang itu,adalah Xavier.ehmmm,asal kau tau,dia itu single. Tapi sepertinya dia tak pernah mempunyai kekasih
sebelumnya.sangat aneh..” sepertinya
Finn tidak terlalu menyukai Xavier. Tapi apakah aku salah jika aku mulai
menyukai laki laki itu? Apakah aku salah jika mempunyai perasaan ingin tahu
terhadapnya? Tapi aku tidak memikirkan itu. Aku pun terdiam melihat dia
berjalan dengan gagahnya. Ia sangat menarik.. untuk ukuran manusia,ia terlalu
menarik. Ele pun menghancurkan suasana
hening ku saat melihat xavier. “Carrie! Apakah kau baik baik saja? Kau terlihat
seperti patung saat melihat orang itu.. ahhhh apakah kau menyukainya?” Ele
bertanya dengan nada yang agak mengejek.
“bagaimana aku bisa menyukainya? Aku pun tidak mengenal orang itu. Aku
juga tidak merasa pantas untuk menyukainya.” Aku menjawab dengan nada menyesal.
“hah? Apa kau bilang? Tidak pantas?? Kau
itu sangatlah cantik.. mungkin laki laki itu akan menyukaimu bila ia
melihatmu.” Kata Ele sambil menyemangatiku. “sudahlah ayo kita bayar pakaian
ini.” Aku berkata sambil menarik tangan Ele. Sesudahnya aku keluar dari
toko,dan menuju ke mobil bersama Ele,Xavier pun menghampiriku dan berkata “hey!
Aku melihatmu di toko tadi.. namaku Xavier Hudson. Dan kau pasti Carissa ya?”
aku pun bingung.dari mana ia tahu namaku? Kenapa ia bisa memperhatikanku sampai
sedetail ini? Tapi aku menjawab dengan nada agak malu “iya namaku Carissa. Tapi
kau boleh memanggilku Carrie. Ini adikku...” Ele pun menyelak pembicaraan
“namaku Eleanor!” cetus Ele sambil menjabat tangan Xavier. Aku berbisik kepada
Ele “Ele! Apa-apaan engkau ini! Maafkan adikku ya.. dia memang agak senang
ketika bertemu orang lain.”
“iya tidak apa
apa.baiklah.. ehmm,kau sekolah?” “ya aku bersekolah di Seattle new high
school.” “wah! Aku juga.ya sudah,sampai bertemu besok ya,Carrie..” Xavier
mengatakannya sambil tersenyum kecil.. dan pipinya pun agak merona.
Aku pun masuk kedalam
mobil bersama Ele. Ele pun bercerita kepadaku. “Carrie,tadi pas aku menjabat
tangan Xavier,tangannya sangatlah dingin.seperti es.. tapi sangat halus seperti
kertas atau pun baju yang sudah di setrika dan dirapihkan. Dan suaranya pun
sangat halus dan agak merdu,seperti madu.. ehmm” pipi Ele merona saat
mengatakannya. “ah terserah kaulah Ele.. tapi,apakah engkau suka dengan
Xavier?” aku bertanya dengan nada agak sarkastis. “tidak.aku bukan
menyukainya.. aku hanya ingin mengenalnya saja.” Jawab Ele sambil meyakinkan
ku. “hmm oke..”
CHAPTER 2: HARI PERTAMA SEKOLAH
Hari ini adalah hari
pertama ku bersekolah di Seattle New High School.atau disingkat SNHS. Di
SNHS,aku bertemu Hudsons lagi.dan kali ini,aku tidak didampingi Ele.karena ia
masih bersekolah di Seattle New Junior High School atau SNJHS di seberang
sekolahku.Finn ternyata bersekolah disini juga.aku pun duduk berlima,dengan
finn,dan keempat teman baru,Sean,Kyle,Todd dan Kesha.mereka mulai bercerita
tentang Hudsons.tentang apa saja yang mereka ketahui. “Hudson memang keluarga
popular di kota ini.tapi lihatlah mereka,untuk ukuran manusia,mereka terlalu
pucat dan terlalu menarik.. manusia biasa tidak akan berperilaku sering berdiam
seperti itu.dan pasti mereka mempunyai garis wajah yang halus halus.tapi lihat
Hudsons,wajah mereka sangat sempurna,mereka suka berdiam diri,dan mereka
mungkin bergerak agak cepat dari manusia biasa.” Ucap kyle berbisik dan dengan
nada yang agak menakutkan. Aku melihat ke arah Hudsons,Camille terlihat geram
mendengar omongan Kyle.tapi apakah mungkin,ia mendengarnya? Kyle kan berbisik dan meja mereka jauh dari
kami.Bel berbunyi, Aku mendaftar ke kelas seni dan drama. Ternyata Xavier juga
berada di kelas yang sama. Ia pun berkata “ohh engkau suka drama? Aku kira kau
akan berada di kelas biologi yang menjijikan itu..” ucap xavier sambil tertawa
ringan. “ya aku suka drama. Ohh aku bukan tipe ilmuwan yang suka dengan
pembedahan alat alat tubuh.” Aku pun ikut tertawa. Guru di kelas ini adalah
Ms.Shelby. “kau pasti Carissa.. boleh aku melihat identitas mu?” ucap
Ms.Shelby. “ohh okay..” kata ku sambil mengeluarkan identitas ku. “baiklah!
Kelas akan dimulai.. hari ini kita akan membahas tentang cara membuat tema
drama yang baik..” kata Ms.Shelby dengan lantang tapi halus.
“ini.. ambilah.. ini
adalah buku catatan drama ku.aku sudah punya yg baru.jadi kau bisa menggunakan
yang ini.” Kata Xavier. “okay.. thanks.”
Jawabku. Aku melihat isinya. Wah! Ini lengkap.. ia pun menggambar seluruh
contohnya. Setelah bel berbunyi,aku pun langsung menuju mobil untuk pulang. Dan
aku pun memikirkan tentang mata Xavier yang berbeda.. aku langsung melakukan
riset di komputer ku.sampai akhirnya kutemui ciri ciri Xavier yang kudapat dari
Ele.. dan hasilya menunjukkan bahwa Xavier adalah seorang... Vampir. Yaampun!
Kenapa Xavier tidak memberitahuku tentang dirinya?? Mengapa dia merahasiakan
ini semua?
CHAPTER 3: RAHASIA YANG TERUNGKAP
Keesokan harinya,saat
aku bertemu Xavier lagi di sekolah,aku langsung menuduhnya bukan manusia.ia pun
berkata “apa apaan kau ini Carrie? Aku sama dengan mu.. aku manusia biasa..”
“kau bukan lah manusia Xavier! Kau adalah Vampir!” aku memarahinya sambil
berbisik. “baiklah.. aku mengaku.aku adalah vampir. Aku tidak mau memberitahumu
Carrie.karena aku tahu aku hanya akan membawa bahaya bagimu jika aku
memberitahumu.. maafkan aku,Carrie.” Ucap Xavier sambil meminta maaf. “baiklah.
Tapi kau tidak akan menyakiti ku kan?” tanyaku. “tidak.aku berjanji dengan
hidupku Carrie..aku tidak akan pernah menyakitimu ataupun perasaanmu.” Akhirnya
ia membawaku ke suatu taman.. disana ada sebuah gubuk yang masih bagus. Taman
itu terletak di hutan.tapi selama ada Xavier,aku tidak akan takut.kami
bercerita di gubuk itu,ia bercerita tentang keluarganya. “aku adalah seorang
pemuda yang kuat, Carrie.tapi saat William menemukanku sekarat,ia mengubahku
menjadi seperti ini,aku baru berumur 16 tahun saat diubah.. dan transformasi
itu sangat menyakitkan.. bahkan membakar.” Ia bercerita tentang masa lalunya
yang kelam.. setelahnya,aku berkata “aku tidak peduli apa yang telah engkau
lalui,pokoknya,selama aku disini,aku akan menemanimu Xavier.aku berjanji.”
Xavier pun mulai menciumi leher ku dengan bibirnya yang sangat halus.. ia
mencium bibirku dengan sangat lembut,pelan pelan tapi pasti.aku membalas
ciumannya dengan sama lembutnya. “kau terlihat sangat cantik,Carrie.jika kau
menjadi vampir,semua akan berjuang untuk memiliki mu..” kata Xavier sambil
tertawa lalu mencium ku lagi. Lalu kami pulang. Ia mengantarku dengan mobil
ku.. lalu ia pulang dengan cara berlari secepat kilat.. ahhh ini adalah hari
yang sangat menyenangkan.. selama ada dia disampingku,aku akan merasa komplit
selamanya.. meskipun aku jatuh cinta dengan vampir,cinta itu malah terasa lebih
murni. Ele pun datang “Carrie! Apakah kau habis pulang bersama Xavier? Aku
mencium bau parfumnya...” kata Ele sambil mengejek.. “ya.. kami sekarang..”
ucapku malu. “ahh kalian kekasih!! Awhh itu adalah hal yang sangat romantis..”
cetus Ele.. “terserah lah Ele.. yang penting aku bahagia.. “ kata ku sambil
mengejek balik Ele.. “okay okay.mari kita turun..makan malam sudah siap!” ujar
Ele..